Breaking News

Tidak Punya Handphone Karena Kesulitan Ekonomi, Bocah Yatim Ini Terpaksa Ujian PTS Sendiri Di Sekolah

Rongkop, (suaragunungkidul.id)--Muhammad Agung Wahyudi seorang siswa SMA Negeri 1 Rongkop terpaksa harus menjalani Penilaian Tengah Semester (PTS) secara manual ke sekolah. Hal tersebut harus dijalani oleh bocah berusia 16 tahun itu karena tidak mempunyai Handphone. 

Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan siswa kelas X IPS 2 ini. Disaat kondisi pandemi Covid-19 Agung hanya menumpang belajar secara daring kepada teman - temannya yang memiliki Handphone sendiri. 

Ditemui usai menjalani PTS Agung menceritakan bahwa dirinya memang mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran di rumah.  Terlebih saat ini dia hanya tinggal di rumahnya yang terletak di Padukuhan Pringombo C, Kalurahan Pingombo,  Kepanewon Rongkop  bersama neneknya.

"Belajarnya hanya numpang teman yang mempunyai Handphone. Iuran beli paket kouta Rp 10.000,"ujar Agung (22/09/2020).

Terlebih saat ini Agung menjadi anak yatim setelah ayahnya meninggal dunia saat usianya 12 tahun.  Sementara ibunya sudah menikah lagi dan tinggal bersama ayah tirinya di wilayah Kepanewon Girisubo.

"Kedua adik saya tinggal bersama ibu.  Saya memilih bersama nenek, ibu datang kerumah dalam seminggu hanya sekali,"katanya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rongkop Sariyah mengatakan bahwa,  hanya ada satu siswa yang menjalani PTS secara manual dan datang ke sekolah. Diakuinya bahwa M Agung adalah satu - satunya siswa yang menimba ilmu di SMA N 1 Rongkop dan tidak memiliki Handphone.

"Untuk ujian PTS kita sediakan Laptop,  karena masuk ke sekolah menjalani PTS tidak melanggar SE Gubernur, "kata Sari.

Redaksi

Tidak ada komentar